Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:17wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Akhmad Sahal: Teroris Justru Ngrasa Paling Agamis Berjihad, kalo Ga Rela Islam Dikaitkan Terorisme, Bersihkan...

Senin, 29-Maret-2021 09:50

Akhmad Sahal
Foto : Istimewa
Akhmad Sahal
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar peristiwa ledakan yang terjadi di depan Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3) pagi tidak dikaitkan dengan agama ataupun suku tertentu.

“MUI meminta supaya masalah ini jangan dikait-kaitkan dengan agama atau suku tertentu di negeri ini karena hal demikian akan semakin membuat keruh suasana,” kata Wakil Ketua Umum MUI K H Anwar Abbas di Jakarta.

Merasa tergelitik, Akhmad Sahal membuat catatan menanggapi hal itu.

“STOP DENIAL!  Teroris ga punya agama? Mrk justru ngrasa paling agamis, ngrasa berjihad dgn ngebom, membunuh..,” kata Akhmad Sahal, Senin (29/3/21).

“Kalo muslim ga rela Islam dikaitkan dgn terorisme, bersihkan Islam dari paham radikal. Buktikan Islam agama rahmat dgn membasmi paham Islam yg halalkan terorisme,” imbuhnya.

Sementara sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum MUI K H Anwar Abbas mengatakan tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi terorisme. Sejatinya semua agama mengajarkan kasih sayang dan kemanusiaan kepada sesama.

“Tindakan ini tidak bisa ditolerir karena jelas-jelas sangat tidak manusiawi dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai dari ajaran agama manapun,” katanya.

Pihaknya pun mendesak Polri bertindak cepat untuk menangkap pelaku peledakan tersebut.

“MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji ini,” paparnya dinukil Antara.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto