Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:55wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Gempar Aisha Weddings Anjurkan Perempuan Nikah Usia 12 Tahun, Netizen: Ini Pasti Kadrunisasi

Rabu, 10-Februari-2021 19:44

Gempar Aisha Weddings Anjurkan Nikah Usia 12 Tahun
Foto : Istimewa
Gempar Aisha Weddings Anjurkan Nikah Usia 12 Tahun
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Media sosial digemparkan oleh wedding organizer (WO) Aisha Weddings yang mempromosikan pernikahan dini mulai dari usia 12 tahun. Dalam situs Aisha Weddings, tertulis bahwa wanita Muslim harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih supaya berkenan di mata Allah dan suami.

"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," demikian kutipan penjelasan di situs Aisha Weddings.

"Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal!"

Di akun FB Mak Lambe Turah, banyak warganet merespons hal tersebut.

MLT: "Yah masing2 orang kan punya pendapat sendiri2.⁣ Tinggal nanti liat hukumnya yang berlaku di Indonesia gimana.⁣ Melanggar hukum gak?⁣Kalo melanggar hukum itu persoalan kepolisian yang akan menindak jika melanggar.⁣ Lain soal prinsip itu masing2. Kalo Mak sih ga akan menikahkan anak di usia 12 tahun.⁣ Usia 12 tahun bagi Mak, anak2 harus bersekolah. Setelah lulus sekolah harus kuliah dulu. Menempah ilmu itu penting, untuk bekal di masa depan.⁣ Orang berpendidikan sama yang enggakk ya beda aja,. Yaudah gausah panjang2⁣, nanti Mak didemo berjulid2⁣."

Affifa Noor Fatemma: "Hadeeeh. Namanya bisnis wedding lbh bnyk yg nikah ya untung bnyk."Wanantara: "Anak umur 12 disuruh nikah, la wong di suruh nyapu halaman kudu ngajak gelut ae kok."

Hendro Pratoyo: "Hadeh ini pasti kadrunisasi .... lama2 Indonesia rusak sama kadrun."

Balla Imah: "Umur 12, suruh nikah ,parah 2, baru lulus SD, haduuuh, payah cari nafkah aja blm bisa , tepok jidat tenan."

Tya S Tya: "Mak..itu WO nya dulu sekolah gk sih??? Alih2 ank menjadi beban keluarga, dimna mna ank kebahagian orangtua.ortu ingin anknya sekolah tinggi malahn..kerja baru nikah.lha tu WO cm ingin laku atau viral sih."

Harahap: "habis jualan agama terbitlah jualan nikah di usia dini."

Fahmi Santoso: "Baru denger kalo islam mengharuskan nikah pada umur tertentu... Ajaran mana nih?"

Sebelumnya, keberadaan WO Aisha Weddings juga ramai ditanggapi di akun Twitter Twitter @SwetaKartika.

"Ada Mak Comblang digital yang meng-encourage pernikahan anak-anak yeuh. Dis is 'n outrage. Edan," cuit akun tersebut, Selasa (9/2).

Isu Aisha Weddings ini lantas ditanggapi oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Menurut Dadang, anjuran pernikahan usia muda yang dilakukan Aisha Weddings tersebut melanggar aturan di Indonesia.

Pasalnya, Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan mengatur batas usia perkawinan antara laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun.

"Merujuk kepada perundang undangan yang berlaku, khususnya UU Nomor 1 tahun 74 pernikahan di usia dini tidak diperkenankan kan," tutur Dadang dilansir CNN Indonesia, Rabu (10/2).

Lebih lanjut, Dadang tak menampik jika dalam ajaran Islam, ukuran waktu menikah adalah sudah menyentuh baligh atau dewasa. Namun, Dadang menekankan bahwa usia pernikahan juga harus dilihat dari sisi kebaikannya bagi pria ataupun wanita, baik dari aspek kesehatan reproduksi maupun mental.

"Maka usia dini adalah usia rentan terhadap kesehatan maupun kesiapan berumah tangga," jelas Dadang. "Tapi ini juga harus dilihat kasus per kasus dan tergantung kepada kemaslahatannya."

Oleh sebab itu, Dadang meminta pemerintah untuk menegur Aisha Weddings. "Ya jika melanggar aturan dan hukum formal tentu ada sanksinya. Tapi itu perlu diperingatkan bahkan kalau terus melakukan ya diberi sanksi," pungkas Dadang.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto