Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:30wib
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang.
Air Terjun Situmurun, Surga yang Ngumpet di Danau Toba

Selasa, 30-Maret-2021 18:00

Air Terjun Situmurun, Sumatara UTara.
Foto : Haluan
Air Terjun Situmurun, Sumatara UTara.
10

MEDAN, NETRALENWS.COM - Sumatera Utara bukan hanya memiliki Danau Toba yang sudah sangat mendunia. Kawasan ini juga mempunyai destinasi wisata tak kalah menarik yakni Air Terjun Situmurun.

Air Terjun Situmurun yang mengalir langsung ke Danau Toba, Sumatera Utara bisa menjadi salah satu tujuan wisata karena menyajikan keunikan dan pemandangan yang indah.

Jika Anda dapat ke kawasan Danau Toba, terdapat beberapa air terjun di sekitarnya. Air Terjun Situmurun atau dikenal juga dengan nama Binangalom yang berarti air penyejuk dalam bahasa Batak.

Air Terjun Situmurun dengan ketinggian sekitar 70 meter terletak di tepian Danau Toba. Sumber air berasal dari sungai yang ada di Desa Binangalom, Kecamatan Lumban Julu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja bersama sejumlah anggota Komisi X DPR RI untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Samosir Danau Toba, Sumatera Utara.

Menparekraf Sandiaga Uno hadir bersama Rombongan Komisi X DPR RI yang diketuai oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf. Bersama mereka hadir pula anggota Komisi X yang lain yakni Hetifah Sjaifudian, Sofyan Tan, Obon Tabroni, Ratih Megasari, Ledia Hanifa, dan Dewi Coryati. Mereka bertolak ke Pulau Samosir menggunakan kapal cepat melalui Parapat.

Sebelum bersandar di Desa Tuk Tuk Samosir, Menparekraf bersama rombongan sempat meninjau beberapa destinasi di sekitar Danau Toba mulai dari Batu Gantung, Pesanggrahan Soekarno, serta melihat keindahan Air Terjun Situmurun.

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, kehadirannya ke Danau Toba menunjukkan keseriusan pengembangan kawasan yang menjadi salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas. Namun tidak hanya pengembangan infrastruktur, melainkan pengembangan kapasitas SDM untuk menyambut wisatawan nusantara atau pun wisatawan mancanegara yang harus berjalan beriringan.

“Selama 3 bulan saya menjadi Menteri, sudah tiga kali saya datang ke Danau Toba, ini menjadi pembuktian bahwa pemerintah hadir untuk membangun sektor parekraf di Danua Toba, tidak hanya infrastruktur namun SDM juga kita kembangkan. Sehingga nantinya akan muncul harapan dan semangat, memupuk motivasi agar masa depan kita di tengah pandemi ini kembali cerah, dan untuk kebangkitan dan pemulihan sektor parekraf di Danau Toba,” ujarnya.

Menparekraf Sandiaga Uno juga mendorong agar masyarakat dapat menjaga rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang ke Danau Toba.

“Keamanan dan kenyamanan wisatawan bisa menjadi bagian adaptasi kita di tengah pandemi. Kondisi pandemi saat ini membuat banyak masyarakat dan saudara kita yang prihatin. Toko-toko banyak yang tutup, banyak para pekerja seni yang rindu order. Untuk itu kami berharap kita semua dapat segera bangkit dan pulih. Saya juga ingin menegaskan bahwa pariwisata akan segera bangkit dengan protokol kesehatan yang tegas dan disiplin, untuk itu kita perlu kolaborasi bersama,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menambahkan, kedatangannya bersama rombongan bertujuan untuk “belanja” masalah dan melihat langsung kondisi destinasi wisata yang menjadi fokus pembangunan pemerintah yaitu Danau Toba.

“Belanja masalah dibutuhkan, karena Danau Toba sudah ditetapkan sebagai DSP. Ada alokasi anggaran yang cukup besar yang dianggarkan pemerintah di 5 DSP, untuk itu kami harus melihat dahulu sudah siapkah untuk menerima investasi yang begitu besar. Dari diskusi yang sudah dilaksanakan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum kita mendorong sebagai DSP, seperti SDM, fasilitas yang mendukung kompetensi SDM itu sendiri, dan fasilitas lainnya,” katanya.

Dede Yusuf juga menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan K/L lainnya untuk mendorong kawasan Danau Toba siap menjadi kawasan DSP. Pada akhirnya, penting sekali peran kepala daerah untuk bertanggung jawab agar bisa menata dan mengelola sehingga dapat merealisasikan harapan-harapan dari para pelaku parekraf menjadi destinasi yang memiliki keunggulan.

“Negara sudah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk rebound pascapandemi. Kalau kita melihat negara lain, seperti Dubai hingga Thailand sudah membuka sektor pariwisatanya. Ini momentum yang sangat bagus, kita sepakat salah satu sektor yang didorong untuk rebound adalah pariwisata,” katanya.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani