Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:46wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
AHY Sebut JKW Tak Tahu Menahu Demokrat Dikudeta, Eko: Surat Dicuekin, eh Klarifikasi Sendiri...

Kamis, 18-Februari-2021 11:27

Agus Harimurti Yudhoyono
Foto : Pikiran Rakyat
Agus Harimurti Yudhoyono
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) mengaku telah mendapat sinyal bahwa Presiden Joko Widodo tidak tahu-menahu adanya gerakan pengambilalihan kekuasaan Partai Demokrat (GPK-PD) yang menurut AHY diduga melibatkan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Namun, Eko Kuntadhi menanggapinya jahil.

"Bikin surat ke Presiden. Nuntut penjelasan. Dicuekin.  Eh, klarifikasi sendiri...," kata Eko Kuntadhi, Kamis (18/2/21).

Sebelumnya AHY menyampaikan pesan bahwa Jokowi tak tahu menahu soal iso Demokrat dikudeta kepada pengurus tingkat pusat dan daerah serta semua kader Partai Demokrat, Rabu (17/2/2021).

"Saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader," kata AHY dalam pesan tersebut.

AHY pun menyatakan, hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup baik.

Ia mengatakan, memang ada pihak yang ingin memecah belah hubungan baik antara Jokowi dan SBY dengan menggulirkan isu kudeta di Partai Demokrat.

"Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik, tetapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," kata AHY.

Menurut AHY, ia masih terus memantau dan menerima laporan dari para kader terkait upaya kudeta di Partai Demokrat.

Ia menuturkan, awalnya para pelaku gerakan berusaha memengaruhi para pemilik suara dengan memengaruhi pengurus DPD dan DPC serta para mantan pengurus. Lalu, kata AHY, para pelaku gerakan mengeklaim telah mengumpulkan puluhan bahkan ratusan suara untuk dapat menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB), padahal hanya tipuan. Baca juga: AHY:

Jangan Nodai Partai dengan Para Pengkhianat Kemudian, para pelaku gerakan menggunakan alasan KLB karena faktor internal. Padahal, AHY menegaskan, persoalan itu adalah persoalan eksternal.

"Yakni kelompok ini sangat menginginkan seseorang sebagai Capres 2024 dengan jalan menjadi Ketua Umum PD melalui KLB," ujar AHY dinukil Kompas.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto