Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:44wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
AHY Sebut Ada Gerakan Ingin Rebut Demokrat, DS: Partai Kok Penuh Sensasi

Selasa, 02-Februari-2021 07:08

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
6

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar menyoroti pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY mengatakan, saat ini ada gerakan yang akan merebut Partai Demokrat secara paksa. Menurut Denny, lebih baik Partai Demokrat berbicara prestasi dari pada sensasi.

"Oalahhh @AgusYudhoyono ini Pansos apalagi ? Mending bicara prestasi @PDemokrat deh. Partai kok penuh sensasi..," kata Denny dalam akun Twitternya.

Sebelumnya, AHY menyebutkan, saat ini ada gerakan politik yang akan merebut Partai Demokrat secara paksa.

"Dari kesaksian banyak pihak, gerakan ini melibatkan pejabat penting yang berada di lingkaran dekat Presiden Jokowi," kata Agus dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Senin (1/2/2021).

Untuk memperjelas perkara tersebut, Agus menyebut sudah berkirim surat kepada Presiden Jokowi untuk mendapatkan konfirmasi langsung.

"Kami berpegang pada azas praduga tak bersalah, kami kirim surat tadi pagi," ujar AHY, sapaannya.

Dari runtutan peristiwa yang didapat, ada kader, mantan kader dan pihak luar yang ikut bermain yaitu satu orang kader aktif, ada kader yang sudah enam tahun tidak aktif karena terlibat korupsi ada mantan kader yang sudah keluar 3 tahun lalu dan pejabat yang duduk di kursi pemerintahan.

Agus sudah mencium gelagat ini sejak sebulan lalu, ketika banyak kader di daerah yang diajak melalukan pergantian kepemimpinan Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

"Menurut penuturan para saksi, ada 360 pemegang hak suara yang  harus diajak. Dan mereka akan diberi imbalan uang yang sangat besar," ujar AHY.

Mulanya, kata AHY, dia tidak yakin. Namun para saksi sudah bertemu langsung dengan pejabat yang akan mengambilalih partai demokrat tersebut.

"Tapi kami akan pertahankan kedaulatan partai kami. Kami tidak rela ada yang ambilalih secara paksa," katanya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli