Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:58wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
AHY Bilang Partai Demokrat Cinta Damai, Tapi Lebih Cinta Keadilan, Netizen Balas Begini... 

Senin, 08-Maret-2021 14:30

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
Foto : Twitter
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, partainya cinta damai, tapi lebih cinta keadilan. 

Hal itu disampaikan AHY di tengah konflik partainya dengan kubu Kongres Luar Biasa (KLB) yang memilih Kepala Staf Kepresidenan (Moeldoko) sebagai Ketum Demokrat. 

"Partai Demokrat cinta damai, tapi lebih cinta keadilan," tulis AHY di akun Twitternya, Minggu (7/3/2021). 

Cuitan AHY itu ramai dikomentari netizen. Banyak yang mendukung perjuangan AHY bersama Demokrat, namun tak sedikit juga yang melontarkan kritik hingga sindiran kepada AHY dan partainya. 

Berikut komentar sejumlah netizen seperti dilihat netralnews.com di akun Twitter AHY, Senin (8/3/2021). 

"Kedamaian tidak akan pernah tercipta,selama kekuasaan berada ditangan para pendzalim dan pendusta.Selamat berjuang mas AHY..semoga berhasil dan menjadi sebab bangkitnya keadilan,musnahnya muljoko," tulis @mrezaaIfatih.

"Setelah ini selesai dan Insya Allah jika kalian dimenangkan oleh Allah. Mari, lebih perduli dengan ketidak adilan yg lain jangan Pasif jangan abu-abu. Tunjukkan keberpihakan. Jangan main aman. Insya Allah kalian akan kembali berjaya. Aamiin @AgusYudhoyono," kata @abi_arkaanrizki.

"Setuju bro! Adil itu emg sangat2 ditinggikan. Pertanyaannya, apakah ketika mas AHY didaulat menjadi ketum PD adalah sebuah keadilah? Dari sekian banyak senior di partai apakan mas AHY merasa paling adil jadi Ketum? Itu aja sih," sentil @rawlang.

"Sudahlah bro...jangan terlalu banyak bikin narasi di medsos, nanti semakin banyak jejak digital yang muncul. Kita semua juga pernah merasakan 10 tahun hidup di jamannya bapak lo...terus apa yang kita liat dan rasakan selama 10 tahun itu..?" komentar @bratassena.

"Mas Agus, jujur ya.. kami rakyat, belum pernah mendengar/melihat hasil kerja prestasi sampeyan. Negara kita perlu "Satrio Piningit". Mending bertapa dulu, jangan nongol (ghosting), sambil gerilya tunjukkan prestasi, (ojo pamer n pamrih). Nanti pada akhirnya, dunia akan menilaimu," kata @DwiPakerti.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati