Netral English Netral Mandarin
02:18wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Ahok Kembali Singgung Ajaran Islam, Peringatan DS: Kita Juga Capek Ngebelain

Selasa, 02-Maret-2021 12:45

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
50

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar memperingati Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Peringatan tersebut diungkapkan Denny setelah Ahok kembali menyinggung ajaran Islam saat berbicara dalam acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia.

Denny meminta Ahok tak usah menyinggung ajaran agama Islam. Ia pun memperingatkan betapa tidak enaknya jika pernyataannya dipelintir seperti kasus sebelumnya.

"Pak @basuki_btp udahlah gak usah nyerempet2 lagi. Tau sendiri kan gak enaknya kalo dipelintir ?? Kita juga yg capek ngebelainnya," kata Denny dalam akun Twitternya.

Diketahui Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menyinggung ajaran Islam. Namun kali ini, Ahok lebih berhati-hati dalam mengungkap maksud yang ingin disampaikannya.

Hal ini terjadi ketika Ahok berbicara dalam acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar secara virtual, Minggu (28/2/2021).

Awalnya Ahok memberikan pandangannya mengenai kemandirian ekonomi di pesantren. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, pesantren harus bisa seperti Nabi Muhammad SAW yang tak hanya berdakwah, namun juga berdagang.

Kendati begitu, Ahok langsung buru-buru meminta agar pesannya tidak disalahartikan karena menyinggung soal Nabi Muhammad.

"Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini," kata Ahok.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli