Netral English Netral Mandarin
banner paskah
13:16wib
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqqodas menyebut riwayat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tamat di tangan pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan anak buahnya untuk mengawasi pergerakan orang di Hari Raya Idul Fitri. Khususnya mengantisipasi kerumunan akibat silaturahmi.
Agar Tak Dijerat Wali Kota Cimahi Nonaktif Sempat Dimintai Uang 1 Miliar oleh KPK, DS: Penyakit Bawaan

Selasa, 20-April-2021 11:00

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Twitter
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar (DS) menanggapi pengakuan Wali Kota Cimahi yang sempat diminta uang oleh pihak yang mengaku KPK agar tak dijerat.

Diakui Denny, sejak lama dirinya telah meminta agar orang lama di tubuh KPK diberhentikan, kemudian rekrut anggota baru.

Pasalnya, kasus tersebut, menurut Denny bukanlah kasus baru.

"Hahaha @KPK_RI..Udah gua bilang berkali2, orang lamanya di dalam itu pecatin semua dulu, trus rekrut yang baru lagi. Ini penyakit bawaan," kata Denny dalam akun Twitternya.

Sebelumnya Wali Kota Cimahi nonaktif Ajay Muhammad Priatna mengaku sempat dimintai uang Rp1 miliar oleh pihak yang mengaku dari KPK dengan iming-iming tak dijerat operasi tangkap tangan (OTT).

Hal itu terungkap dalam sidang kasus suap Rp1,6 miliar terkait proyek pembangunan RSU Kasih Bunda dengan terdakwa Ajay, di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (19/4/2021).

Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan sebagai saksi.

"Pak Wali Kota diminta sejumlah uang oleh orang yang mengaku dari KPK, beliau mengatakan Rp 1 Miliar. Saya bilang, aduh mahal banget, kita uang dari mana," ungkap Dikdik.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli