Netral English Netral Mandarin
17:39wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ade Armando Sebut Said Didu Contoh Buzzer Dari Kubu Anti Jokowi

Sabtu, 13-Februari-2021 18:30

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.
Foto : saifulmujani.com
Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menilai, eks Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu adalah salah satu contoh buzzer dari kubu yang anti Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Hal tersebut disampaikan Ade mengomentari cuitan Said Didu yang menyebut hampir semua pemimpin otoriter tidak cakep. 

"Ini sekadar contoh buzzer kubu anti Jokowi," tulis Ade di akun Twitternya, @adearmando1, Sabtu (13/2/2021). 

Sebelumnya, Said Didu berkicau di akun Twitternya soal ciri pemimpin otoriter. Ia mengatakan, hampir semua pemimpin otoriter tidak cakep. 

"Hampir semua pemimpin otoriter tidak cakep. Itu saja," cuit @msaid_didu, Sabtu (13/2/2021). 

Cuitan Said Didu mendapat komentar beragam dari netizen. Banyak netizen yang menyindir Tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu. 

Berikut sejumlah komentar netizen seperti dilihat di akun Twitter @msaid_didu.

"Hampir semua komisaris dan pejabat BUMN yang dipecat itu tidak cakep dan menderita sakit hati siang dan malam.Itu saja," sindir @kennol61.

"Eh btw, Didu dulunya sekretaris kemen BUMN dan juga komisaris tapi dipecat ya? itu saja," sambungnya. 

"Kalau panjenengan sendiri gimana? Ga otoriter tapi juga tidak cakep. Ngoten?," sentil @ranggavega.

"Sakit hati karena dipecat Tak ada lagi akal sehat. Itu saja," komentar @Syarman59.

"Untung bapak bukan pemimpin, sbb pasti otoriter, udah keliatan dari tampang sih, pak (emoji tertawa)," tulis @Gratciaschannel.

"Hampir semua orang yang dipecat itu karena kerjanya tidak beres, itu saja," sentil @Bagonghardjo1.

"Rata-rata kaum cebi menyerang anda dengan satu kata pecatan, dan gak berkembang sampai upin ipin gondrong. Karena kurang wawasan kali pak (emoji)," bela @adhe_cj.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP