Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:54wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Ade Armando: Elly Kasim, Apakah Berjilbab? Kenapa Berbohong Berjilbab adalah Adat Minang?

Senin, 25-January-2021 08:50

Ade Armando sebut Elly Kasim, Apakah berjilbab? Kenapa Berbohong Berjilbab adalah Adat Minang?
Foto : Istimewa
Ade Armando sebut Elly Kasim, Apakah berjilbab? Kenapa Berbohong Berjilbab adalah Adat Minang?
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polemik siswi wajib kenakan jilbab di SMKN 2 Padang Sumatera Barat masih menjadi perdebatan di sosial media. Padahal, persoalan antara pihak sekolah dan orangtua siswi sudah diselesaikan.

Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando masih mengungkit-ungkit persoalan itu.

"Penyanyi kebanggaan masyarakat Minang, Elly Kasim. Apakah berjilbab? Tidak! Jadi kenapa pulak harus berbohong bahwa berjilbab adalah adat budaya Minang sejak dulu?" katanya, Senin (25/1/21).

Ia juga mengunggah sebuah video tentang iklan Coca Cola yang menggambarkan adegan antara perempuan berjilbab dan tak berjilbab. Mereka berbagi minum botol Coca Cola.

"Sisterhood beneran. Yang tidak berjilbab dan berjilbab berbagi. Kualitas manusia tidak ditentukan pakaian...," kata Ade Armando.

Sementara sebelumnya diberitakan, Kepala SMK Negeri 2 Padang Rusmadi memohon maaf atas polemik aturan bahwa seluruh siswi di sekolahnya wajib mengenakan jilbab atau kerudung, meski siswi itu bukan Muslim.

Permintaan maaf itu dia sampaikan setelah video percakapan antara Elianu, orangtua Jeni Cahyani Hia, siswi nonmuslim yang dituntut untuk berjilbab, dengan pihak sekolah, viral di media sosial.   

“Selaku Kepala SMKN 2 Padang, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran staf bidang kesiswaan dan bimbingan konseling dalam penerapan aturan dan tata cara berpakaian bagi siswi,” katanya pada Sabtu, 23 Januari 2021.

“Kami berharap, kesalahan, kekhilafan dan simpang siur informasi di media sosial dapat kita selesaikan dengan semangat kesamaan dalam keberagaman.”

Rusmadi mengklaim, dalam dialog yang terjadi pada video berdurasi 15.24 menit itu melibatkan Zakri Zaini sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Zakri, katanya, melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai wakil kesiswaan, khususnya urusan pakaian seragam siswa dan siswi di SMKN 2 Padang.

Wakil Kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling menangani dan memfasilitasi keinginan Jeni Cahyani Hia untuk berseragam sekolah seperti biasa yang disebutkan dalam surat pernyataan.

“Kami tidak mewajibkan siswi nonmuslim untuk mengenakan kerudung seperti informasi yang kini viral di media sosial itu. Tidak ada paksaan. Melainkan hanya mengimbau siswi agar menggunakan kerudung atau jilbab,” katanya.

Ketentuan penggunaan seragam sekolah itu, dia menegaskan, telah diatur untuk pakaian apa yang akan dikenakan mulai Senin hingga Jumat. Jeni Cahyani Hia tetap bersekolah seperti biasa meski tanpa berjilbab.

Polemik tentang siswi nonmuslim diminta untuk berjilbab bermula dari video berisi percakapan antara orangtua siswi dengan pejabat di sekolah itu viral di media sosial pada Jumat, 22 Januari 2021.

Tidak ada cekcok, namun video itu mencuri perhatian publik. Soalnya otoritas SMK Negeri 2 Padang memanggil Elianu karena anaknya tidak mengenakan kerudung atau jilbab saat berada di lingkungan sekolah.

Meski Elianu dan putrinya sudah menjelaskan bahwa mereka bukan muslim, pihak sekolah tetap berkukuh menegaskan bahwa aturan di sekolah itu menyatakan jilbab atau kerudung wajib bagi semua siswi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto