Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:40wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Ada Yang Minta Ahok-Raffi Diproses, TG: Jangan Terprovokasi Penyebaran Kebodohan

Jumat, 15-January-2021 14:15

Teddy Gusnaidi, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI).
Foto : Youtube Teddy Gusnaidi
Teddy Gusnaidi, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI).
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi menyebut para pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) memasang framing seolah-olah kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan Raffi Ahmad dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) sama seperti kasus yang menjerat HRS. 

Sehingga, lanjut Teddy, para pendukung HRS mendesak agar Raffi Ahmad dan Ahok juga diproses hukum seperti Habib Rizieq. 

"FPI dan beberapa pihak mendesak aparat bersikap adil, kenapa Raffi ahmad cs gak diproses hukum sedangkan Rizieq diproses hukum karena berkerumun, penegak hukum dianggap diskriminatif dan tidak adil," tulis Teddy di akun Twitter-nya, Kamis (14/1/2021). 

Padahal, dijelaskan Teddy, dalam kasus Habib Rizieq soal kerumunan di Petamburan, eks pimpinan FPI itu ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan lantaran dijerat dengan pasal 160 KUHP terkait penghasutan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Selain itu, Rizieq dikenakan pada 216 KUHP terkait dengan melawan petugas.

"Woi!! Rizieq itu dipidana bukan karena kasus kerumunan, tapi penghasutan.Rizieq dijerat pasal Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Ancamannya 6 tahun penjara, makanya Rizieq ditahan. Pasal 160 KUHP bukan soal kerumunan," cuit @TeddyGusnaidi.

"Bagaimana bisa kalian framing pasal 160 itu sebagai pasal larangan kerumunan?Mau framing tapi kok gak cerdas ya (emoji tertawa)," sindir Teddy. 

Karenanya, Teddy mengingatkan agar publik tidak terprovokasi dengan pihak-pihak yang menyebarkan kebodohan dengan menyamakan kasus kerumunan Raffi Ahmad cs dengan kasus hukum Habib Rizieq. 

"Jelas ya kenapa Rizieq diproses hukum dan Raffi ahmad cs tidak. Jangan sampai terprovokasi penyebaran kebodohan atau hanya karena baca judul berita," cuit @TeddyGusnaidi.

Sebelumnya diberitakan, nama Ahok, Raffi Ahmad dan sejumlah publik figur menjadi buah bibir netizen setelah beredar sejumlah foto mereka saat menghadiri pesta ulang tahun pengusaha Ricardo Gelael yang digelar di kediaman Ricardo di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Rabu (13/1/2021) malam.

Dalam foto yang beredar luas itu, tampak Raffi Ahmad cs tidak menerapkan protokol kesehatan karena tidak menjaga jarak dan tanpa masker.

Sementara, Ahok juga tak luput dari perbincangan karena Komisaris Utama PT Pertamina itu tidak memakai masker saat bernyanyi bersama mantan vokalis grup band Dewa 19, Elfonda Mekel alias Once. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP