Netral English Netral Mandarin
01:40wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
FAKTA: Ada Upaya Adu Domba oleh Kelompok Kontra Kapolri Komjen Listyo Sigit

Rabu, 27-January-2021 20:50

Ketua FAKTA, Azas Tigor mengatakan bahwa Ada Upaya Adu Domba oleh Kelompok Kontra Kapolri Listyo
Foto : Istimewa
Ketua FAKTA, Azas Tigor mengatakan bahwa Ada Upaya Adu Domba oleh Kelompok Kontra Kapolri Listyo
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebelum pelantikan, dikabarkan bahwa Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo ingin menghidupkan Pam Swakarsa. Namun, wacana tersebut mendapat tanggapan pro dan kontra.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menduga bahwa ada sejumlah pihak yang ingin mengadu domba. Mereka adalah pihak kontra Kapolri.

"ok isunya dibelokin ke Pam Swakarsa 1998? Padahal Pam Swakarsa 1998 yang menjadi FPI saja sudah dibubarkan oleh pemerintah Jokowi. Apa mungkin Kapolri mau melawan kebijakan presiden Jokowi.," kata Tigor melalui pernyataan tertulisnya yang diterima Netralnews, Rabu (27/1/21).

Tigor pun mengingatkan bahwa Bung Karno pernah mengatakan agar kita tidak boleh lupa pada sejarah.

"Apakah kalian mengetahui tentang sejarah Pam Swakarsa 1998? Apakah kalian tidak mengetahui sikap pemerintah Jokowi yang menolak dan membubarkan tindakan anarkis yang dilakukan  ormas.  Mari ingat kembali sejarah Pam Swakarsa 1998 agar tidak ditunggangi oleh kelompok yang menolak Kapolri baru," katanya.

"Tanya jelas dulu apa ide Kapolri Jenderal Listyo, baru bicara. Ada upaya pembelokan isu, mengadu domba dengan menggunakan sentimen Pam Swakarsa 1998. Sangat tidak cerdas dan licik dari kelompok yang kontra Kapolri baru Jenderal Listyo," tandas Tigor.

Sementara sebelumnya dilansir Kompas.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono menyebut, Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau Pam Swakarsa yang ingin dihidupkan kembali oleh calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo, berbeda dengan Pam Swakarsa pada 1998.

"Kami memahami kita semua punya trauma dengan kasus 98, Pam Swakarsa seperti dahulu memang dipergunakan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingannya," kata Rusdi, dalam diskusi daring, Jumat (22/1/2021).

"Tetapi yang dimaksud dengan Pam Swakarsa di sini bagaimana masyarakat memiliki keinginan, kemauan secara pribadi mereka mengamankan lingkungannya," tutur dia.

Pada 1998, Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk untuk membendung aksi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR).

Secara terpisah, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, Pam Swakarsa merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kemudian, Polri membuat aturan turunannya, yakni Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa.

"Di dalam Perkap tersebut diatur beberapa aspek, yang pertama satuan pengamanan atau satpam, satuan keamanan lingkungan atau siskamling, hingga perizinan yang dikeluarkan oleh Polri," tutur Ramadhan di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat.

Dalam Pasal 3 ayat (2) disebutkan, pengamanan swakarsa terdiri dari satuan pengamanan (satpam) dan satuan keamanan lingkungan (satkamling).

Selain itu, pengamanan swakarsa juga dapat berasal dari kearifan lokal atau pranata sosial. Misalnya, pecalang di Bali, kelompok sadar keamanan dan ketertiban masyarakat, serta siswa dan mahasiswa Bhayangkara.

Aturan itu juga mengatur proses pembentukan hingga pengukuhan anggota Pam Swakarsa.

"Perekrutan Pam Swakarsa melalui badan usaha berfokus pada pengamanan. Jadi akan dilakukan seleksi kemudian dilaporkan kepada Binmas masing-masing Polda, dilanjutkan ke Mabes Polri," ucapnya.

Sebelumnya, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan akan kembali menghidupkan Pam Swakarsa untuk mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Ke depan, tentunya Pam Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan harkamtibmas, jadi kita hidupkan kembali," kata Sigit saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan, di Komisi III DPR, Rabu (20/1/2021).

Ia menyebut Pam Swakarsa akan diintegrasikan dengan perkembangan teknologi informasi dan fasilitas-fasilitas yang ada di Polri.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto