Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:05wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Konflik Demokrat, Ibas: Ada Siang, Ada Malam Ayo Kita Selamatkan Demokrasi, EK: Nyambung Gak, Pantunnya?

Kamis, 11-Maret-2021 09:35

 Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)
Foto : Okezone
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menanggapi pantun Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait konflik yang mendera Partai Demokrat. Eko menyoroti bentuk pantun yang dibuat Ibas. 

"Ada sore ada subuh. Ayo kita sisir rambut pake serit!  Nyambung gak, pantunnya?" kata Eko, Kamis (11/3/21).

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) angkat bicara terkait kemelut partai yang terjadi akibat adanya Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang. Dia memprotes keras kongres yang menunjuk Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko sebagai ketua umum.

Melalui akun Twitter-nya @Edhie_Baskoro, Ibas mengatakan perlu ada upaya mempertahankan kepengurusan DPP Partai Demokrat yang sah sebagai usaha menyelamatkan demokrasi. Menurutnya, negara harus hadir dan tidak boleh kalah dengan ketidakadilan yang dilakukan oleh Moeldoko cs.

"Saya yakin negara hadir, pemimpin negeri punya nurani untuk melihat mana yang benar, mana yang salah. Semoga kebenaran dan keadilan masih ada di negara kita," cuitnya seperti dikutip Okezone, Rabu (10/3/2021).

Dia pun menutup twitnya dengan berpantun. Kata dia, ada siang ada malam, ayo kita selamatkan demokrasi.

"Demi demokrasi yang lebih bermartabat, beretika, dan sesuai konstitusi yang berlaku. Ada siang, ada malam. Ayo kita selamatkan demokrasi," cuitnya.

Cuitan Ibas ini mendapatkan respons beragam dari netizen. Ada pula netizen yang mengomentari dengan nada bercanda.

"Pagi sama sore enggak disebut Bas?" ujar pemilik akun @ariefrahmanovic.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto