Netral English Netral Mandarin
08:42wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Abu Janda Ngaku Dibayar Fantastis Jadi Buzzer, Hilmi Cemas Generasi Penerus Ingin Jadi Buzzer Ketimbang Jadi Guru

Rabu, 03-Februari-2021 15:11

Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi
Foto : Istimewa
Aktivis Dakwah Hilmi Firdausi
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Aktivis dakwah Hilmi Firdausi mengaku khawatir dengan Abu Janda yang mengatakan punya gaji atau bayaran fantastis sebagai buzzer. Yang ia soroti adalah para karyawan dan pengajar di sekolah dan pondok nya, karena memiliki gaji lebih kecil dari buzzer. Padahal, guru punya tugas mulia yaitu mencerdaskan bangsa, sementara buzzer justru memecah belah bangsa.

“Saya punya byk karyawan guru di sekolah & pondok yg gajinya dibawah Buzzer yg ngaku bergaji fantastis itu. Padahal tugas guru mencerdaskan bangsa, sedangkan tugas buzzer memecah belah bangsa,” tulis Hilmi di akun Twitternya, Selasa (2/2/2021).

Lebih jauh, Hilmi juga berharap meski ada bocoran gaji fantastis dari para buzzer, ia ingin anak-anak muda tidak menjauhi profesi guru dan malah memilih jadi buzzer.

“Jgn sampai gegara ini anak2 muda ga mau jadi guru & memilih jd Buzzer. Wal’iyadzubillah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Abu Janda mengaku dapat bayaran fantastis saat diajak bergabung dengan tim sukses Jokowi pada 2018 karena kemungkinan faktor kreativitas, keberpihakan, dan keberaniannya. Dia menjadi influencer atau orang awam kerap menyamakannya dengan buzzer selama kampanye pilpres 2019.

Permadi Arya alias Abu Janda ini mengaku dibayar bulanan dengan nominal besar. Tapi dia tak menyebut berapa besaran rupiah yang diterimanya itu.

"Pokoknya yang bener-bener jackpot itu istilahnya ya di situlah. Sebelum-sebelumnya, (asal) bisa makan syukur," kata Permadi Arya berseloroh seperti dilansir dari detik.

Selain honor bulanan, selama kampanye dia ikut keliling ke berbagai kota di Tanah Air, bahkan hingga ke luar negeri. "Iya, saya pernah diminta jadi pembicara dalam kampanye di Hong Kong dan Jepang," ujar lulusan University of Wolverhampton, Inggris, itu.

Tapi begitu pilpres selesai, Abu Janda menegaskan kontrak dia dengan tim sukses Jokowi pun berakhir. "Tapi terus dipelintir ke mana-mana seolah masih tetap jadi buzzer. Itu nggak bener, kita dah dibubarin," imbuhnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli