Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:55wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
AA: Islamis Radikal Tak Selalu Gunakan Teror, Masalahnya Mereka Ingin Ubah Indonesia Jadi Negara Islam

Kamis, 18-Februari-2021 08:16

Ade Armando sebut Islamis Radikal Tak Selalu Gunakan Teror, Masalahnya Mereka Ingin Ubah Indonesia Jadi Negara Islam
Foto : FB/Ade Armando
Ade Armando sebut Islamis Radikal Tak Selalu Gunakan Teror, Masalahnya Mereka Ingin Ubah Indonesia Jadi Negara Islam
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando mencuit pernyataan tentang sosok radikal yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara Islam. 

"Kaum  Islamis  radikal memang tidak  selalu menggunakan teror dan kekerasan. Tapi masalahnya mereka ingin menguban Indonesia menjadi Negara Islam," kata Ade Armando, Rabu malam (17/2/21).

Tidak jelas pernyataan tersebut untuk menyindir siapa namun diduga ada kaitannya dengan kondisi terakhir di mana sosok Din Syamsuddin yang sedang ramai digunjingkan publik dan melahirkan pro dan kontra.

Pasalnya, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin dilaporkan ke KASN karena dituduh sebagai tokoh radikal.

Terkait hal tersebut, Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah melakukan kajian hukum untuk menentukan langkah ke depannya.

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, mengatakan bahwa warga Muhammadiyah banyak yang bertanya soal kasus Din Syamsuddin.

Untuk itu pihaknya melakukan pendalaman apakah masalah ini kemudian menjadi sebuah persoalan hukum yang harus disikapi oleh Majelis Hukum PP Muhammadiyah.

"Masih mendalami perkembangan yang ada, kasusnya seperti apa. Insyaallah dalam waktu dekat, 1-2 hari ke depan kami akan keluarkan sikap resmi kaitannya dengan hal ini," kata Trisno seperti dilansir detikcom, Senin (15/2/2021).

Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih berkembang dan pihaknya harus melihat secara satu per satu. Meski diakuinya, banyak kader-kader dan warga Muhammadiyah yang berharap mengambil langkah hukum.

"Tapi kalau ambil langkah hukum harus sudah dipastikan kalau masalah ini adalah clear dari sisi hukum dan layak untuk kemudian kita lakukan pembelaan secara hukum," ujarnya.

Selain itu, Trisno mengaku tengah melakukan komunikasi secara intensif dengan Din Syamsuddin. Mengingat yang menjadi terlapor dalam kasus ini adalah Din.

"Secara prinsip kami akan berkomunikasi dengan Prof Din Syamsuddin. Karena kaitannya dengan masalah beliau dan kami menganggap permasalahan ini perlu kami jaga karena beliau mantan ketum dan ada persoalan seperti ini sehingga perlu kami juga tanya kepada beliau langkah yang paling tepat seperti apa, sekalian kami serahkan hasil kajian hukum kami," ucap Trisno.

Sebelumnya diberitakan pula, Din Syamsuddin dilaporkan ke KASN karena dituduh sebagai tokoh radikal. Menjawab isu ini, Menko Polhukam Mahfud Md memastikan pemerintah tidak memproses laporan tersebut.

Mahfud Md menegaskan pemerintah tidak pernah menganggap Din Syamsuddin radikal. Mahfud Md menilai Din Syamsuddin adalah sosok yang kritis, bukan radikal.

"Memang ada beberapa orang yang mengaku dari ITB, menyampaikan masalah Din Syamsuddin kepada Menteri PAN-RB Pak Tjahjo Kumolo. Pak Tjahjo mendengarkan saja, namanya ada orang minta bicara untuk menyampaikan aspirasi, ya didengar. Tapi pemerintah tidak menindaklanjuti, apalagi memproses laporan itu," ujar Mahfud Md lewat akun Twitter-nya, Sabtu (13/2).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto