Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:11wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Sindiran Keras! AA:  Di Mata Kaum Islamis, Buya Hamka Masuk Neraka karena Biarkan Keluarganya Tak Berjilbab

Selasa, 26-January-2021 11:44

Sindiran Keras! Ade sebut Di Mata Kaum Islamis, Buya Hamka Masuk Neraka karena Biarkan Keluarganya Tak Berjilbab
Foto : Istimewa
Sindiran Keras! Ade sebut Di Mata Kaum Islamis, Buya Hamka Masuk Neraka karena Biarkan Keluarganya Tak Berjilbab
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hingga hari ini, Selasa (26/1/21), Dosen Universitas Indonesia masih menggunjingkan persoalan kewajiban jilbab bagi siswi di sekolah. Menurutnya, setiap pemaksaan memakai jilbab harus ditentang. 

Persoalan ini menjadi sorotan sejak mencuat kasus penolakan siswi non-muslim terhadap aturan SMKN 2 Padang yang mengharuskan siswi di sekolah itu memakai jilbab.

Ade Armando kemudian menolak jika kewajiban itu dilandasi oleh pernyataan bahwa jilbab adalah tradisi Minang. Ia pun mengutip sejumlah tokoh dari Minang yang pada masa lalu tidak kaku dan ngotot harus pakai jilbab.

"Di mata kaum Islamis, Buya Hamka itu masuk neraka karena membiarkan kaum perempuan dalam keluarganya tidak berjilbab," sindir Ade kepada pihak-pihak yang ngotot jilbab identik budaya Minang.

Sementara sebelumnya ia juga bereaksi soal kasus siswi non-muslim yang diharuskan memakai jilbab di SMK Negeri 2 Padang.

"Bohong besar kalau ada orang yang bilang berjilbab itu sudah jadi kewajiban bagi kaum perempuan Minang sejak dulu ....," kata Ade Armando di akun Twitternya @adearmando1 yang dilihat rri.co.id, Senin (25/1/2021).  

Bahkan, lanjutnya, ia mencontohkan penyanyi legendaris Minangkabau, Elly Kasim pun tidak berjilbab.

"Penyanyi kebanggaan masyarakat Minang, Elly Kasim. Apakah berjilbab? Tidak! Jadi kenapa pulak harus berbohong bahwa berjilbab adalah adat budaya Minang sejak dulu?" tegasnya.

Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD juga ikut mengomentari seputar masalah jilbab ini. Menurutnya, di akhir 1970-an sampai dengan 1980-an anak-anak sekolah dilarang pakai jilbab.

"Kita protes keras aturan tersebut ke Depdikbud. Setelah sekarang memakai jilbab dan busana muslim dibolehkan dan menjadi mode, tentu kita tak boleh membalik situasi dengan mewajibkan anak nonmuslim memakai jilbab di sekolah," kata Mahfud di akun Twitternya @mohmahfudmd.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusias (Komnas HAM) berkomitmen untuk menyelesaikan polemik jilbab di SMKN 2 Padang ini. Pad, Senin (25/1/2021), Komnas HAM akan menggelar pertemuan dengan Ombudsman dan Dinas Pendidikan Sumatera Barat.

Pertemuan itu untuk membicarakan agar tak ada pemaksaan pemaksaan penggunaan jilbab di seklah bagi siswi yang tidak beragama Islam menyusul kasus yang terajdi di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat.

"Poin ini akan jadi salah satu yang dibahas dalam pertemuan bersama, Komnas HAM perwakilan Sumatera Barat, Ombudsman dan Dinas Pendidikan Propinsi hari Senin besok," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di akun Twitternya @Bekahapsara yang dilihat rri.co.id, Minggu (24/1/2021).

Ia menegaskan Komnas HAM menentang pemaksaan kebebasan beragama berkeyakinan termasuk eskpresinya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto